Minggu, 26 April 2009

HADIS TENTANG IKHLAS

A. HADIS TENTANG IKHLAS


عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ الله ُعَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِءٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلىَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلىَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلىَ دُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ إِلىَ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلىَ مََا هَاجَرَ إِلَيْهِ. (رواه مسلم)

Artinya :” Dari Umar bin Khottob r.a. berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda :”Bahwasanya semua perbuatan itu tergantung dengan niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya niat karena Allah SWT dan Rasulnya, maka balasan hijrahnya kepada Allah dan Rasulnya. Dan barang siapa yang hijrahnya niat untuk mendapatkan dunia atau untuk mendapatkan dunia atau untuk mendapatkan wanita yang hendak dinikahinya, maka balasan hijrahnya adalah apa yang dia niatkan dalam berhijrah.” (HR. Muslim)
Asbabul wurud hadis tersebut adalah jawaban Nabi atas pertanyaan salah seorang sahabat berkenaan dengan peristiwa Hijrah, Rasulullah SAW hijrah ke Madinah diikuti oleh sebagian besar sahabat. Dalam hijrah itu ada seorang sahabat yang hijrah karena mengikuti keinginan seorang wanita yang hanya mau dinikahi kalau berada di Madinah. Berkenaan dengan niat, sebagian Ulama’ mendefinisikannya secara syara’ sebagai berikut :
“Niat adalah bersengaja untuk berbuat sesuatu disertai (bebarengan) dengan perbuatannya.” Dalam perspektif Islam, ikhlas adalah melakukan semua billah dan lillah. Sholat atau ibadah lain dikatakan ikhlas jika dikerjakan untuk Allah dan
sadar karena Allah (la haula wa la quwwata illa billah).
Para Ulama’ telah bersepakat bahwa niat sangat penting dalam menentukan sah atau tidaknya suatu ibadah. Niat merupakan rukun pertama dalam setiap melakukan ibadah.

وَعَنْ اَبىِ هُرَيْرَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَانِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ الله ُعَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهُ صلم : إِنَّ اللهَ تَعَالى لاَ يَنْظُرُ إِلىَ أَجْسَامِكُمْ وَلاَ إِلىَ صُوَرِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلىَ قُلُوْبِكُمْ. (رواه مسلم)

Artinya :” Dari Abi Hurairah dari Abdirrahman bin Shohr r.a. dia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak melihat ke tubuh atau gambarmu akan tetapi Dia melihat pada hatimu.” (HR. Muslim)
Niat atau motivasi itu bertempat di hati, siapapun tidak akan mengetahui motivasi apa yang ada dalam hati seseorang saat ia mengerjakan sesuatu, kecuali dirinya dan Allah saja. Dengan demikian, seseorang yang melakukan suatu amal yang dipandang menurut pandangan manusia, tetapi motivasinya salah atau tidak ikhlas, hal itu akan sia-sia karena Allah tidak melihat bentuk dzahirnya, tetapi melihat niat dalam hatinya, seperti yang telah termaktub dalam hadis di atas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar