Rabu, 01 April 2009

HADIS MARDUD

II. HADIS MARDUD
Mardud secara bahasa adalah yang ditolak, yang diterima, Para ulama ada yang menyebutkan dengan istilah hadis dha’if pada hadis mardud, karena hadis yang mardud adalah hadis yang dha’if.
A. Klasifiasi Hadis Mardud
Berdasarkan kepada jelasnya atau tidak gugur perawi dari sanad itu terbagi menjadi dua.
1. Gugur yang Jelas
Gugur ini diketahui oleh para imam dan mereka yang terlibat dengan ilmu-ilmu hadis. Bentuk gugur ini seakan berdasarkan seorang perawi itu tidak bertemu dengan gurunya. Sama ada dia tidak sezaman dengannya atau sezaman tetapi tidak sempat bertemu gengannya (dan tidak mempunyai ijazah dan juga wijadah). Oleh itu, pengkaji sanad-sanad hadis perlu mengetahui sejarah perawi-perawi karena untuk memperoleh keterangan tentang tarikh lahir dan wafat, zaman pengajian, pengembaraan mereka dan sebagainya.
Ulama hadis membagi menjadi empat nama bagi hadis yang mengalami gugur jelas berdasarkan kepada tempat berdasarkan kepada tempat atau bilangan perawi yang gugur, yakni al-Mu’allaq, al-Mursal, al-Mu’dhal, al-Munqati’.


2. Gugur Tersembunyi
Bagian ini hanya diketahui oleh para imam yang dan maengetahui jalan-jalan hadis dan kecacatan-kecacatnan sanad.
Ia mempunyai dua nama yaitu:
1. Al-Mudallas
2. Al-Mursal al-Kahfi
Berdasarkan kecaman yang ditujukan kepada prawi.
Yang dimaksud kecaman perawi ialah mentajrihkannya dengan kata-kata dan mempertikaikannya dari sudut keadilan dan agamanya serta dari sudut ketetapan, hafalan dan kepekaannya.
Sebab kecaman dari para perawi ada sepuluh. Lima dari padanya berkait dengan keadilan manakala lima lagi berkait dengan ketetapan.
Sebab-sebab yang berkait dengan keadilan ialah:
1. Berdusta
Jika sebab kecaman pada perawi itu adalah berdusta atas Rasulullah s.a.w. maka hadisnya itu disebut hadis Maudhu.
2. Dituduh berdusta
Jika sebab kecaman pada perawi itu adalah tuduhan berdusta maka hadisnya itu dinamakan hadis Matruk.
3. Fasiq
4. Bid’ah
Tidak ada nama khusus untuk hadisnya
4. Tidak diketahui (Jahalah)
Tidakada nama khusus, tetapi sebagian para ulama ada yang menamakan hadisnya dengan hadis Mubham
Sebab-sebab yang berkait dengan ketepatan ialah:
1. Kesilapan yang jelek
2. Buruk hafalan
3. Kelalaian
4. Banyak kekeliruan
Jika sebab kecaman para perawi itu adalah kesilapan yang jelek, sering lalai, buruk hafalan, banyak kekeliruan atau fasiq maka hadisnya itu dinamakan hadis Munkar
5. Berlawanan dengan perawi Thiqah
Jika sebab kecaman pada perawi itu ialah tuduhan berdusta maka hadisnya itu ada lima macam, yaitu Mudraj, Maqlub, al-Mazid fi muttasik asanid, Mudhtarib dan Musakhaf.

Hadis Mardud
1. Definisinya:
Adalah hadis yang tidak kuat kebenaran si pemberitanya. Hal itu terjadi karena hlangnya salah satu syarat atau lebih dari syarat-syarat hadis Maqbul sebagaimana telah kita bicarakan dalam pembahasan Hadis Shahih.
2. Macam-macam dan Sebab-sebab Tertolaknya
Para ulama benar-benar telah membagi Hadis Mardud kepada beberapa bagian, mereka menamakan terhadap banyaknya bagian-bagian itu dengan nama-nama khusus, diantaranya ada yang tidak mereka namakan secara khusus akan tetapi mereka menamakan dengan nama yang bersifat umum yaitu “Dha’if”.
Adapun sebab-sebab tertolaknya Hadis itu banyak sekali akan tetapi secara global kembali kepada dua sebab pokok, yaitu:
1. Gugur Sanadnya
2. Gugur pada Rawinya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar